Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Pemprov Jatim Alokasikan Rp6 Miliar Perbaiki Dermaga Bulusan

pemerintahan | 23 September 2026 04:47

Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Pemprov Jatim Alokasikan Rp6 Miliar Perbaiki Dermaga Bulusan
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (tengah) saat berkunjung di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. (dok antara)

BANYUWANGI, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk membenahi Dermaga Bulusan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah ini diambil guna meminimalisasi potensi kemacetan di jalur utama penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyatakan bahwa Pemprov Jatim berfokus mengoptimalkan aset dermaga di atas lahan milik provinsi, meliputi Dermaga Movable Bridge (MB) 4, Dermaga Landing Craft Machine (LCM), serta Dermaga Bulusan.

Terkait teknis perbaikan fasilitas penunjang di area dermaga, Pemprov Jatim berkoordinasi secara mendalam dengan pihak otoritas pelabuhan. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (23/9/2026).

 

"Kekhawatiran dari Kadishub Pemprov Jatim adalah apabila dolphin itu dibangun lagi, bisa tertabrak dan rusak kembali. Oleh karena itu, kami meminta Kadishub berkoordinasi dengan Syahbandar untuk membahasnya," kata Emil saat meninjau Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa, (22/9/2026).

 

 

Selain Dermaga Bulusan, Pemprov Jatim berencana mengembangkan Dermaga LCM yang selama ini menjadi tulang punggung penyeberangan armada truk tronton. Saat ini, Dermaga LCM di Pelabuhan Ketapang mampu menampung tiga titik sandaran kapal.

Pemprov menargetkan peningkatan struktur landasan agar kapasitasnya bertambah menjadi empat tempat sandar.

 

Kendati demikian, proyek peningkatan struktur di Dermaga LCM baru dapat dieksekusi setelah pembangunan Dermaga Ponton oleh PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Ketapang rampung, guna mencegah gangguan lalu lintas kapal.

 

"Untuk Dermaga LCM akan kami optimalkan agar bisa menambah kapasitas," ujar Emil.

 

 

 

Emil pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila potensi kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, pembenahan infrastruktur membutuhkan proses dan tidak bisa diselesaikan secara instan.

 

"Pada intinya kami menatap ke depan. Semua pihak, baik Pemprov, ASDP, Kementerian Perhubungan, hingga Pemkab Banyuwangi bersama-sama mencari solusi," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat fasilitas penunjang di atas lahan milik Pemkab.

 

Salah satu fokus Pemkab Banyuwangi adalah mengoptimalkan daya tampung area parkir di Terminal Sri Tanjung, yang berfungsi sebagai kantong parkir darurat untuk truk besar saat antrean membludak.

 

"Kami juga akan meningkatkan kapasitas jalur Lingkar Ketapang yang menjadi jalur vital sekaligus alternatif saat terjadi kemacetan," pungkas Mujiono. (ivan)