Nasaruddin secara terbuka mengakui adanya kelemahan pengawasan di internal Kemenag selama proses pemilihan berjalan. Ia menyebut insiden ini sebagai pelajaran berharga sepanjang rekam jejaknya memimpin kementerian.
"Mungkin saya harus mengakui bahwa ada kelemahan dari penciuman saya. Tapi saya berjanji tidak akan terjadi lagi. Kalau itu terjadi berarti saya gagal," ujarnya.
Buntut dari kasus UINSA, Menag berjanji akan merombak dan membedah ulang seluruh regulasi terkait mekanisik pemilihan rektor PTKN (Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri). Ia mengakui aturan yang diwariskan dari periode sebelum-sebelumnya perlu diperiksa secara menyeluruh agar tidak memicu celah serupa di kemudian hari.