IWAPI Jatim Sebut Pengusaha Perempuan Jadi Benteng Ketahanan Ekonomi Daerah

pemerintahan | 25 September 2026 08:07

IWAPI Jatim Sebut Pengusaha Perempuan Jadi Benteng Ketahanan Ekonomi Daerah
foto bersama Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Jawa Timur. (dok surabayapagi)

SURABAYA, PustakaJC.co – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur menegaskan pentingnya konsistensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan dalam menjaga keberlangsungan bisnis. Sektor usaha yang dikelola kaum perempuan dinilai menjadi salah satu benteng utama ketahanan ekonomi keluarga sekaligus penyokong pertumbuhan ekonomi daerah di Jawa Timur.

 

Ketua IWAPI Jawa Timur, Susmiati Rahmawati, menyampaikan bahwa dinamika perekonomian yang fluktuatif tidak boleh membuat pelaku UMKM berkecil hati apalagi sampai menghentikan aktivitas usahanya. Dilansir dari surabayapagi.com, Jumat, (25/9/2026).

 

"Perempuan pengusaha memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap penguatan perekonomian Jawa Timur. Para pengusaha perempuan ini terkenal sangat ulet, jadi tidak mudah menyerah dengan keadaan," kata Susmiati Rahmawati usai Rapat Koordinasi IWAPI Jatim 2026 di Surabaya, Kamis, (24/9/2026).

 

 

 

Menurut Rahmawati, keberlanjutan usaha dan perputaran arus kas harian menjadi fondasi paling krusial bagi UMKM untuk mempertahankan aktivitas bisnis di tengah ketidakpastian pasar.

 

Untuk itu, IWAPI Jatim mendorong konsistensi para anggotanya di berbagai tingkatan—mulai dari kabupaten dan kota hingga tingkat ranting—agar terus aktif memproduksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk.

 

Guna memperkuat daya tahan bisnis anggota, IWAPI Jatim menginisiasi strategi kolaborasi internal. Pengusaha dengan skala bisnis yang lebih besar diimbau untuk membina dan membantu memasarkan produk milik anggota lainnya yang masih berskala mikro.

 

 

Di samping itu, IWAPI Jatim juga memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk mendorong anggota melakukan pemasaran secara daring (online). Langkah ini dinilai efektif dalam membuka peluang pasar baru yang lebih luas.

 

 

Tak hanya mengandalkan ekosistem internal, IWAPI Jatim turut memperkuat akses pasar melalui kemitraan strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu wujud konkretnya adalah keterlibatan anggota dalam program Misi Dagang yang difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur.

 

"Melalui kegiatan Misi Dagang tersebut, anggota IWAPI mendapat kesempatan luas untuk memperkenalkan dan memasarkan produk, sekaligus membangun jejaring bisnis dengan para pelaku usaha dari berbagai daerah," jelas Rahmawati.

 

Saat ini, IWAPI Jawa Timur menaungi sekitar 5.000 anggota pengusaha perempuan dengan lini bisnis yang sangat beragam, mencakup sektor fesyen, makanan dan minuman, perdagangan komoditas, perumahan dan konstruksi, hingga jasa perjalanan wisata.

 

 

Rahmawati berharap, semakin banyak perempuan yang tergerak untuk mengambil peran dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga melalui kegiatan berwirausaha. Terlebih, model bisnis yang dapat dijalankan dari rumah (home-based business) memberi fleksibilitas bagi perempuan untuk tetap berkontribusi terhadap perekonomian tanpa mengabaikan peran dalam keluarga. (ivan)