Eri menyebutkan, pertempuran masyarakat Surabaya saat ini telah bertransformasi. Jika dahulu melawan penjajah, kini heroisme warga diuji dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang masih membayangi kota.
"Selagi masih ada kemiskinan, anak putus sekolah, hingga premanisme, maka perjuangan kita tidak boleh berhenti. Kita harus bisa menjaga kota ini untuk anak cucu kita," tegasnya.
Pada gelaran tahun ini, Pemkot Surabaya secara khusus melibatkan jajaran pelajar tingkat SMP hingga SMA untuk memerankan opera kolosal. Eri menilai pelibatan Generasi Z (Gen Z) sangat krusial guna memastikan estafet sejarah dan nilai perjuangan tidak terputus.