Meski demikian, Anas mengingatkan agar penguatan pelayanan tatap muka di Balai RW tetap berjalan bersisian dengan ekosistem digital yang telah terbangun. Integrasi antara layanan online dan kehadiran fisik ASN diyakini menjadi formula paling efektif dalam merespons dinamika di akar rumput.
"Semua upaya pemberian layanan terbaik kepada masyarakat harus dilakukan. Layanan online tetap jalan dan kehadiran fisik di Balai RW juga jalan. Layanan digital harus menjadi panduan untuk mengurai problema di akar rumput," tambahnya.
Melalui optimalisasi fasilitas Balai RW yang merata di berbagai wilayah Surabaya, kebijakan ini diharapkan mampu memantapkan sistem tata kelola pemerintahan Kota Surabaya yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ivan)