Terjebak Angin Kencang dan Asap Pekat, Empat Orang Meninggal dalam Karhutla Bromo

pemerintahan | 16 Oktober 2026 17:16

Terjebak Angin Kencang dan Asap Pekat, Empat Orang Meninggal dalam Karhutla Bromo
Ilustrasi - Petugas padamkan api di karhutla Gunung Bromo pada September 2026. (dok antara)

PROBOLINGGO, PustakaJC.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kawasan Gunung Bromo, merenggut korban jiwa dari kalangan petugas dan relawan.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat, sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka bakar serius dalam insiden yang terjadi pada Kamis (15/10).

 

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa titik api pertama kali terdeteksi di lereng Pusung Lingker pada Kamis pukul 09.00 WIB. Menanggapi temuan tersebut, tim gabungan yang terdiri atas petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan relawan karyawan hotel setempat (Artotel) bergerak menuju lokasi kebakaran pada pukul 10.20 WIB untuk memadamkan api. Dilansir dari antaranews.com, Jumat, (16/10/2026).

 

Namun, situasi memburuk menjelang siang akibat tiupan angin kencang yang membuat kobaran api dengan cepat membesar dan mengepung para petugas.

 

"Pada pukul 13.30 WIB terpantau api semakin besar karena tiupan angin kencang, sehingga personel gabungan terjebak di lokasi kebakaran. Beberapa orang petugas bersama relawan meminta tolong karena terjebak api dan asap pekat," kata Oemar saat dihubungi pada Jumat (16/10).