SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan pelestarian naskah kuno dan warisan dokumenter sebagai bagian dari upaya menjaga identitas serta pengetahuan sejarah bangsa. Komitmen tersebut sejalan dengan capaian Jawa Timur yang meraih empat penghargaan dalam Penganugerahan Ingatan Kolektif Nasional (IKON) dan Penghargaan Naskah Kuno Tahun 2026 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Empat penghargaan tersebut meliputi penetapan Cerita Aji Saka dan Babad Besuki sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026, Penghargaan Pengelolaan Naskah Kuno Terbaik kategori dinas perpustakaan provinsi untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur, serta Nugra Jasa Dharma Pustaloka kategori pelestarian naskah kuno untuk Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Sampurnan, Bungah, Gresik.
Sertifikat penetapan dan penghargaan diserahkan oleh Kepala Perpusnas RI E. Aminudin Aziz di Jakarta pada 24 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Khofifah diwakili Kepala Disperpusip Jawa Timur Tiat S. Suwardi.
Khofifah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pemilik naskah, dan masyarakat dalam menjaga warisan dokumenter yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan.
“Kita tak henti melakukan upaya pelestarian warisan dokumenter yang kita miliki. Baik itu naskah kuno maupun sejarah yang lain. Dari Jawa Timur untuk Indonesia terus kami gelorakan,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu, (30/9/2026).