Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, pola pelatihan tahun ini dikembangkan secara hybrid dengan menambah porsi pertemuan tatap muka di Kantor Disnakertrans Jatim. Project Manager Plan Indonesia, Raharjo Prionggo, menyebut langkah ini diambil agar pendamping dapat memantau penguasaan materi peserta secara presisi sebelum diterjunkan ke dunia kerja.
Usai pelatihan, para peserta akan mengikuti program magang berbayar selama tiga bulan di perusahaan maupun UMKM penampung, baik secara langsung di wilayah Surabaya dan sekitarnya maupun secara jarak jauh (remote).
Selama masa magang, peserta tidak dikenakan biaya, melainkan menerima insentif dan pendampingan berkala yang mencakup adaptasi lingkungan kerja hingga evaluasi Key Performance Indicator (KPI).