SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan kepada 647 pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali. Apresiasi tersebut diserahkan langsung dalam acara penganugerahan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (1/10/2026).
Khofifah menilai konsistensi para pendonor merupakan bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan murni. Menurutnya, mendonorkan darah secara rutin mencerminkan keikhlasan tinggi karena pendonor tidak pernah tahu siapa penerima manfaatnya. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Jumat, (2/9/2026).
"Yang panjenengan tidak tahu adalah siapa yang akan menerima darah yang panjenengan donorkan. Kalau ada keikhlasan lahir batin, maka para pendonor darah-lah sesungguhnya yang memiliki keikhlasan luar biasa," ujar Khofifah.
Guna menjaga keberlanjutan stok darah di masa depan, Khofifah mendorong perluasan basis pendonor muda dengan mengandalkan organisasi kepemudaan, seperti Palang Merah Remaja (PMR) dan Pramuka. Integrasi antarorganisasi ini dinilai strategis untuk memupuk jiwa sosial dan persatuan sejak dini.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Jawa Timur mencapai sekitar 908.889 kantong per tahun. Angka ini menegaskan vitalnya peran pendonor rutin yang mendonorkan darahnya setiap dua setengah hingga tiga bulan sekali.
Khusus wilayah Kota Surabaya, rata-rata terdapat 400 pendonor harian atau sekitar 12 ribu pendonor per bulan. Untuk memperkuat kapasitas layanan dan efisiensi perizinan, PMI Jatim kini mendorong pengembangan PMI Surabaya 2 sebagai Unit Donor Darah (UDD) yang diarahkan memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
"Kalau mendirikan sendiri dari awal, proses perizinannya bisa memakan waktu hingga tiga tahun. Maka pengembangan UDD Surabaya 2 ini diharapkan mempermudah proses sekaligus memperkuat layanan," jelas Imam.
Sementara itu, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI Jatim, Dr. H. Harsono, menyebut penganugerahan ini adalah agenda rutin untuk merawat budaya donor darah.
Sepanjang tahun 2026, PMI Jatim mencatat ada 1.988 pendonor yang menerima penghargaan 50 kali donor dan 647 pendonor penerima penghargaan 75 kali donor. Selain itu, terdapat 2.326 pendonor di Jatim yang telah mencapai 100 kali donor dan kini tengah menunggu penganugerahan tingkat nasional. (ivan)