Hasan menyoroti ketimpangan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur. Dari total realisasi kontribusi BUMD tahun buku 2025 yang disetorkan pada 2026 sebesar Rp509,79 miliar, lebih dari 85 persen atau sekitar Rp434,67 miliar didominasi oleh Bank Jatim.
Padahal, sembilan BUMD Jatim tercatat telah menerima penyertaan modal daerah hingga Rp4,15 triliun per akhir 2025.
Oleh karena itu, kehadiran BP BUMD diharapkan dapat memperketat pengawasan kinerja, risiko investasi, restrukturisasi, hingga rencana bisnis tanpa mereduksi kewenangan RUPS, komisaris, maupun direksi.