MOJOKERTO, PustakaJC.co – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 1,2 juta liter ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan di Jawa Timur. Langkah responsif ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kian sulit mengakses air bersih akibat musim kemarau.
Penyaluran bantuan difokuskan di beberapa titik krusial, salah satunya di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada Minggu, (4/10/2026). Aksi sosial di lokasi ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Selasa, (6/10/2026).
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, hadir langsung menyerahkan bantuan di Desa Kunjorowesi. Penyerahan didampingi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, serta Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Soegeng Mawardi.
Mohammad Ghofirin menegaskan bahwa pendistribusian air bersih ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat langsung bagi warga yang menghadapi krisis kebutuhan dasar.
"Air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Melalui program ini, BAZNAS berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang mengalami kesulitan air, agar kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi," ujar Ghofirin di sela-sela penyerahan bantuan.
Selain Kabupaten Mojokerto, bantuan serupa didistribusikan secara serentak ke wilayah lain, termasuk Kabupaten Malang. Penyaluran di tiap daerah dikawal langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Timur yang bersinergi dengan BAZNAS Kabupaten/Kota setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Aksi tanggap darurat ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Salah seorang warga Desa Kunjorowesi mengaku pasokan air bersih dari BAZNAS sangat meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan harian.
"Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS atas bantuan air bersih ini. Bantuan ini sangat membantu warga untuk kebutuhan sehari-hari, karena saat ini mendapatkan air bersih cukup sulit," ungkapnya.
Melalui sinergi berkelanjutan antara BAZNAS Jatim dan jaringan BAZNAS daerah, bantuan pasokan air bersih diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah terisolasi dan memperluas penanganan dampak kekeringan di Jawa Timur. (ivan)