Sambut Porprov Jatim X/2027, Surabaya Gandeng TNI hingga Kampus Usung Kolaborasi Venue

pemerintahan | 10 Oktober 2026 18:34

Sambut Porprov Jatim X/2027, Surabaya Gandeng TNI hingga Kampus Usung Kolaborasi Venue
Lapangan Tgor. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mematangkan persiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X/2027. Guna menampung seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan, Pemkot Surabaya mengusung strategi kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng jajaran TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga sejumlah perguruan tinggi untuk pemanfaatan arena pertandingan.

 

Langkah ini diambil mengingat Porprov Jatim 2027 diproyeksikan akan mempertandingkan sekitar 68 cabang olahraga (cabor), 78 disiplin olahraga, dan 1.046 nomor lomba. Jumlah tersebut membutuhkan ketersediaan venue yang amat luas dan memadai. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (10/9/2026).

 

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Indriatno Heryawan, menyatakan bahwa pemetaan dan peninjauan fasilitas olahraga di Kota Pahlawan telah berjalan. Proses peninjauan lapangan dilangsungkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur bersama para Technical Delegate (TD) sejak akhir September lalu.

 

"Dari total 68 cabang olahraga, sebisa mungkin kita tempatkan di venue-venue yang ada di Kota Surabaya," kata Indriatno, Jumat, (9/10/2026).

 

 

Optimalisasi Fasilitas Milik Pemkot

 

Indriatno menjelaskan, prinsip utama pemenuhan arena pertandingan adalah mengoptimalkan arena eksisting yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya. Pembangunan fasilitas baru belum menjadi fokus utama karena mayoritas sarana olahraga sudah tersedia.

 

Sejumlah kawasan olahraga utama milik Pemkot yang masuk dalam skema penataan antara lain Kompleks Gelora Bung Tomo (GBT), kompleks olahraga THOR, Lapangan Dharmawangsa, Gelora 10 November, Gelanggang Remaja, hingga fasilitas olahraga di kawasan Kenjeran.

 

Pada pembagian fungsinya, Kompleks GBT disiapkan untuk mengakomodasi sirkuit, arena dalam ruangan (indoor), lapangan sepak bola, serta lintasan sepatu roda. Kawasan THOR difokuskan pada cabang atletik dan sepak bola. Adapun Lapangan Dharmawangsa ditinjau untuk cabang tenis, hoki, dan sofbol, sedangkan kawasan Kenjeran diproyeksikan menggelar pertandingan voli pantai dan panjat tebing.

 

 

 

 

Mengingat keterbatasan jumlah fasilitas mandiri Pemkot Surabaya untuk menampung seluruh cabor, kerja sama dengan instansi luar menjadi kunci suksesnya perhelatan ini.

 

Pemkot Surabaya kini menjajaki pemanfaatan sekitar delapan venue milik Pemprov Jawa Timur dan empat venue milik TNI. Selain itu, sekitar 12 arena olahraga milik perguruan tinggi juga dijajaki. Institusi kampus yang masuk dalam rencana kolaborasi ini di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas PGRI Adi Buana, serta Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), di samping arena milik pihak swasta.

 

"Karena jumlah 68 cabor pasti cukup banyak, tidak semuanya bisa tertampung di venue milik pemerintah kota. Sehingga kita perlu kolaborasi dan kerja sama dengan instansi lain," tutur Indriatno.

 

 

 

Disbudporapar Kota Surabaya menargetkan kepastian penetapan seluruh lokasi pertandingan dapat final dalam satu hingga dua bulan ke depan. Setelah penentuan lokasi terkunci, Pemkot Surabaya bersama tim teknis akan langsung mengeksekusi perbaikan fasilitas secara bertahap.

 

Pembenahan fokus pada perbaikan ringan agar kondisi arena memenuhi standar kelayakan bagi para atlet dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. Salah satu titik yang memerlukan penanganan khusus adalah venue ski air di Bozem kawasan Wiyung. Lokasi tersebut butuh pembersihan dari gulma rerumputan serta perbaikan pada sarana dan prasarana pendukungnya.

 

"Paling tidak dalam kurun waktu 1-2 bulan ini harus sudah ada kepastian venue. Kalau sudah ada kepastian, langkah berikutnya sembari jalan kita memperbaiki venue yang kurang proper," pungkasnya. (ivan)