Emil Dardak Berharap Pekan Raya Jatim Jadi Stimulus Penggerak Ekonomi Daerah

pemerintahan | 11 Oktober 2026 11:01

Emil Dardak Berharap Pekan Raya Jatim Jadi Stimulus Penggerak Ekonomi Daerah
Pembukaan Pekan Raya Jatim yang dibuka oleh Wagub Jatim Emil Dardak. (dok kompas)

SURABAYA, PustakaJC.co - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, berharap gelaran Pekan Raya Jatim (PRJ) Surabaya 2026 mampu menjadi stimulus untuk memperlancar sirkulasi perekonomian di wilayah Jawa Timur.

 

PRJ Surabaya 2026 yang berlangsung pada 8–18 Oktober 2026 di Grand City Surabaya ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur. Gelaran tahunan tersebut menghadirkan sekitar 730 stan yang menawarkan kebutuhan rumah tangga hingga kuliner, dan sukses menyedot puluhan ribu pengunjung setiap harinya. Dilansir dari kompas.com, Minggu, (11/10/2026).

 

Emil menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga memegang peranan krusial, yakni menyumbang hingga 60 persen dari total perputaran ekonomi di Jawa Timur. Oleh karena itu, acara besar yang memicu daya beli masyarakat sangat dibutuhkan.

 

"Gairah masyarakat untuk konsumsi ini bukan berarti pemborosan, tetapi artinya sirkulasi darahnya berjalan lancar di ekonomi. Kalau misalnya tidak tergugah belanja, tentu sirkulasi darahnya tersumbat," ujar Emil saat ditemui di lokasi acara, Jumat, (9/10/2026).

 

 

 

Menurut Emil, magnet utama dari perhelatan seperti PRJ adalah keramaian (crowd) konsumen yang tercipta. Tingginya antusiasme masyarakat bahkan membuat pemanfaatan ruang pameran harus diperluas hingga ke area lapangan parkir untuk menampung kapasitas pengunjung dan stan.

 

Melihat kondisi ekonomi saat ini yang dihadapkan pada distressed economy, Emil mengimbau para pelaku usaha agar tidak bersikap pesimis. Ia menilai intervensi melalui dorongan konsumsi masyarakat dapat menjadi langkah counter cyclical yang efektif untuk memutus tren negatif ekonomi.

 

"Jadi kalau yang 60 persen konsumsi itu digenjot, darah ekonominya tidak tersumbat. Kalau tidak tersumbat, dampak positifnya bisa kita rasakan bersama," jelasnya.

 

 

Optimisme ini didukung oleh catatan kinerja ekonomi Jawa Timur pada semester pertama (Januari–Juni) 2026 yang tumbuh mencapai 5,85 persen—angka pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, Jawa Timur juga dikenal sebagai pusat manufaktur produk-produk konsumen.

 

Sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar kedua di Indonesia yang mencatatkan perputaran ekonomi lebih dari Rp3,7 triliun per tahun, Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep acara serupa di kota-kota lain. Kendati demikian, Emil mengakui perlunya penyesuaian mengingat tidak semua kota memiliki fasilitas pameran yang memadai dari segi kapasitas ruang dan daya tampung massa.

 

Emil juga menegaskan bahwa PRJ merupakan ajang yang inklusif dan strategis bagi seluruh pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar daerah.

 

"Event seperti ini sangat strategis dan menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha. Kami sangat terbuka dan tidak diskriminatif terhadap pelaku usaha dari luar. Namun, ini juga menjadi peluang besar bagi produk lokal Jawa Timur untuk semakin dekat dengan masyarakatnya," pungkas Emil. (ivan)