Optimisme ini didukung oleh catatan kinerja ekonomi Jawa Timur pada semester pertama (Januari–Juni) 2026 yang tumbuh mencapai 5,85 persen—angka pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa. Selain itu, Jawa Timur juga dikenal sebagai pusat manufaktur produk-produk konsumen.
Sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar kedua di Indonesia yang mencatatkan perputaran ekonomi lebih dari Rp3,7 triliun per tahun, Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan konsep acara serupa di kota-kota lain. Kendati demikian, Emil mengakui perlunya penyesuaian mengingat tidak semua kota memiliki fasilitas pameran yang memadai dari segi kapasitas ruang dan daya tampung massa.
Emil juga menegaskan bahwa PRJ merupakan ajang yang inklusif dan strategis bagi seluruh pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar daerah.
"Event seperti ini sangat strategis dan menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha. Kami sangat terbuka dan tidak diskriminatif terhadap pelaku usaha dari luar. Namun, ini juga menjadi peluang besar bagi produk lokal Jawa Timur untuk semakin dekat dengan masyarakatnya," pungkas Emil. (ivan)