Selain pengadaan cadangan pemerintah, kinerja lini bisnis komersial Bulog juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga Oktober 2026, volume penjualan beras komersial menembus 237.379 ton atau mencapai 179,4 persen dari target yang ditetapkan sebesar 132.347 ton.
Penjualan tersebut disokong oleh 13.551 pelanggan aktif di seluruh Indonesia. Jaringan ritel Indomaret tercatat sebagai mitra pembeli terbesar dengan total volume pengambilan mencapai 15,79 juta kilogram (15.794.513 kg).
Di sisi lain, Bulog mengingatkan seluruh rantai distributor dan ritel modern untuk tetap mematuhi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga beras premium ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram guna memastikan keterjangkauan bagi konsumen.
Guna menjaga kelancaran pasokan dalam jangka panjang, pemangku kepentingan mengusulkan peningkatan kapasitas produksi beras premium hingga 800.000 ton pada tahun 2027. Usulan ini saat ini tengah dimatangkan dari sisi pembiayaan, kesiapan mesin, hingga ketersediaan tenaga kerja.
Menghadapi lonjakan permintaan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bulog telah menyiapkan langkah antisipasi melalui koordinasi intensif bersama penggilingan padi, distributor, dan ritel modern untuk memastikan kelancaran distribusi pasokan di pasar. (ivan)