Dari KRI Makassar-590, Jawa Timur Luruskan Arah Pembangunan dan Ekspansi Pasar Global

pemerintahan | 14 Oktober 2026 18:46

Dari KRI Makassar-590, Jawa Timur Luruskan Arah Pembangunan dan Ekspansi Pasar Global
Sarasehan Hari Jadi ke-81 Jatim, Perkuat Peran Jawa Timur dalam Pembangunan Nasional. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memancangkan arah baru pembangunan daerah dari atas geladak kapal perang KRI Makassar-590, Selasa, (13/10/2026). Lewat Sarasehan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemprov Jatim bersama kalangan akademisi dan TNI Angkatan Laut memperkuat komitmen penataan strategi Gerbang Baru Nusantara guna menembus pasar global.

 

Mengusung tema “Jawa Timur Unggul, Maju, Berkelanjutan”, forum strategis ini membedah berbagai langkah krusial, mulai dari transformasi komunikasi publik, perluasan misi dagang internasional, hingga penguatan infrastruktur konektivitas logistik. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (14/9/2026).

 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa keberhasilan arah baru pembangunan Jatim tidak hanya bertumpu pada eksekusi program, melainkan pada kejelian pemerintah dalam mendengar kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peran birokrasi kini bergeser penuh menjadi enabler (fasilitator).

 

“Sekali lagi, komunikasi, strategi komunikasi, dan mendengar menjadi hal penting. Pemerintah dengan transformasinya sekarang bukan lagi menurut kita, tetapi bagaimana mendengar masyarakat yang membutuhkan. Apa pun yang kita lakukan akan menjadi hebat, tetapi kalau masyarakat tidak terinformasi, mereka tidak bisa melakukan aktivitas yang menjadi bagian penting dari peran pemerintah,” kata Adhy.

 

 

Dalam paparan akademisnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim, menyebut konsep Gerbang Baru Nusantara bukan sekadar jargon, melainkan strategi place marketing sekaligus identitas masa depan Jatim. Konsep ini memadukan rekam jejak sejarah, realitas ekonomi saat ini, dan arah pembangunan lima hingga sepuluh tahun mendatang.

 

Dukungan terhadap keterbukaan Pemprov Jatim juga disuarakan pengamat komunikasi politik Universitas Airlangga, Suko Widodo. Ia mendorong pergeseran komunikasi satu arah menjadi dialog dua arah yang inklusif, dengan melibatkan generasi muda dan memanfaatkan riset data yang terukur.

 

Dari sektor riil, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, mengungkapkan pilar industri, perdagangan, dan pertanian sukses mencatatkan nilai perputaran ekonomi Jatim mencapai Rp3.400 triliun pada 2025.

 

 

Guna mempertahankan dominasi ekonomi daerah dan menembus pasar internasional, Pemprov Jatim menggenjot kerja sama dengan 38 lembaga perwakilan di luar negeri serta atase perdagangan. Di dalam negeri, ketahanan ekonomi domestik terus diperkuat melalui Misi Dagang antardaerah dan gelaran pasar murah yang telah merangkul lebih dari 2.590 UMKM dan 90 ribu peserta.

 

Menyokong pergerakan barang dan manusia, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menegaskan pentingnya integrasi moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian untuk memosisikan Jatim sebagai pintu gerbang logistik nasional dan internasional.

 

Selain perluasan armada Trans Jatim dan angkutan pengumpan (feeder), Pemprov Jatim juga tengah mematangkan proyek infrastruktur Surabaya Regional Rail Line (SRRL) yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2028, lengkap dengan pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD).

 

 

Tuan rumah kegiatan, Komandan KRI Makassar-590 Letkol Laut (P) Widi Aditya, mengaku bangga kapal perang jajarannya dipercaya menjadi saksi perumusan arah kebijakan pembangunan Jawa Timur.

 

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami, seluruh prajurit KRI Makassar, dapat mendukung kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kami akan memberikan yang terbaik demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan. Semoga ini menjadi pengalaman yang bagus dan cerita baik bagi kita semua,” pungkas Widi.

 

Rangkaian sarasehan ini mempertegas langkah Jawa Timur dalam menyatukan langkah birokrasi, akademisi, dan TNI AL untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah berkontribusi langsung pada kemajuan Indonesia secara berkelanjutan. (ivan)