Guna mempertahankan dominasi ekonomi daerah dan menembus pasar internasional, Pemprov Jatim menggenjot kerja sama dengan 38 lembaga perwakilan di luar negeri serta atase perdagangan. Di dalam negeri, ketahanan ekonomi domestik terus diperkuat melalui Misi Dagang antardaerah dan gelaran pasar murah yang telah merangkul lebih dari 2.590 UMKM dan 90 ribu peserta.
Menyokong pergerakan barang dan manusia, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menegaskan pentingnya integrasi moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian untuk memosisikan Jatim sebagai pintu gerbang logistik nasional dan internasional.
Selain perluasan armada Trans Jatim dan angkutan pengumpan (feeder), Pemprov Jatim juga tengah mematangkan proyek infrastruktur Surabaya Regional Rail Line (SRRL) yang dijadwalkan mulai dibangun pada 2028, lengkap dengan pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD).