SURABAYA, PustakaJC.co - Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengambil langkah konkret dan terukur dalam mengantisipasi ancaman kekeringan berkepanjangan pada tahun anggaran 2027. Antisipasi ini dinilai krusial mengingat dampak kekeringan tidak hanya mengancam krisis air bersih bagi masyarakat, tetapi juga berisiko memicu gagal panen di sektor pertanian.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim, M. Naufal Alghifary, saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi terhadap Nota Keuangan Gubernur atas Raperda APBD Jatim 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim di Surabaya, Kamis, (24/9/2026).
Naufal menyoroti fenomena iklim El Nino sepanjang tahun 2026 yang telah memicu berbagai persoalan serius, mulai dari krisis air bersih, kebakaran hutan, hingga penurunan produktivitas lahan pertanian.
"Di tahun 2026 ini terjadi kekeringan yang berkepanjangan akibat El Nino, banyak hutan terbakar, kekurangan air baik untuk kepentingan keluarga atau air di lahan pertanian yang berakibat pada gagal panen," ujar Naufal dikutip dari jatimpos.co, Jumat, (25/9/2026).