JAKARTA, PustakaJC.co - Kementerian Kebudayaan memperkuat strategi penyusunan dokumen pengusulan tenun Indonesia ke Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Langkah ini dilakukan melalui inventarisasi, penguatan dokumentasi, hingga pengembangan basis data tenun nasional terintegrasi guna melestarikan keragaman wastra Nusantara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penyusunan dokumen nominasi harus didasarkan pada data yang valid dan komprehensif. Hal itu penting untuk membuktikan keberadaan, keberagaman, serta keberlanjutan tradisi tenun di tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Dilansir dari antaranews.com, Kamis, (15/10/2026).
"Kita perlu memperkuat dokumentasi dan memperbanyak literasi tentang wastra Indonesia. Berbagai jenis tenun dari daerah perlu diangkat melalui buku dan dokumentasi yang baik agar kekayaan budaya tersebut semakin dikenal," kata Fadli Zon.