Nuril memastikan, insiden ini tidak sampai mengganggu aktivitas operasional pabrik Petrokimia Gresik secara keseluruhan. Perusahaan telah mengaktifkan skema mitigasi risiko serta terus berkoordinasi intensif dengan pihak terkait demi menjaga kelancaran produksi selama perbaikan berlangsung.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi dukungan cepat dari Pemkot Surabaya. Melalui sinergi dan pengerahan tenaga kerja 24 jam ini, kami optimistis proses perbaikan berjalan optimal dan jaringan pipa dapat segera berfungsi normal kembali," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menjelaskan bahwa proyek long storage tersebut sejatinya dirancang sebagai langkah strategis Pemkot Surabaya untuk mengantisipasi dan mengatasi genangan air hujan di kawasan Tambak Mayor dan sekitarnya.
Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, alat berat penunjang proyek mengenai jaringan pipa milik Petrokimia Gresik hingga mengalami kebocoran.
"Kami bertanggung jawab dan langsung berkoordinasi dengan pihak Petrokimia Gresik. Pengerahan personel 24 jam dari DSDABM ini merupakan bentuk komitmen penuh Pemkot Surabaya agar penanganan kerusakan dapat diselesaikan secara tuntas dan cepat," tegas Adi.
Saat ini, tim gabungan dari DSDABM Kota Surabaya dan tim teknis PT Petrokimia Gresik masih terus melakukan perbaikan komprehensif di lokasi untuk memastikan ketahanan pipa sebelum aliran air kembali diaktifkan secara penuh. (ivan)