Jatim Jadi Role Model Kebencanaan Nasional, BNPB Apresiasi Kolaborasi BPBD & BPSDM

pemerintahan | 17 Oktober 2026 17:16

Jatim Jadi Role Model Kebencanaan Nasional, BNPB Apresiasi Kolaborasi BPBD & BPSDM
Lewat kolaborasi BPBD Jatim dan BPSDM Jatim, gelaran Sertifikasi Uji Kompetensi Kebencanaan Angkatan II & III di Surabaya sukses diikuti 45 peserta lintas OPD se-Jawa Timur. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur. Langkah strategis Pemprov Jatim dalam menggembleng kapasitas personel kebencanaan ini bahkan dinilai layak menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia.

 

Pujian tersebut disampaikan menyusul suksesnya penyelenggaraan Sertifikasi Uji Kompetensi Bidang Kebencanaan Angkatan II dan III yang digelar di Kampus BPSDM Jatim, Surabaya, pada 13–15 Oktober 2026. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (17/10/2026).

 

Widyaiswara Pusdiklat BNPB sekaligus Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana (LSP PB) BNPB, Ario Akbar Lumban, menegaskan bahwa antusiasme Jawa Timur dalam peningkatan kualitas SDM kebencanaan mencatatkan rekor tertinggi di tingkat nasional.

 

"Teman-teman Jawa Timur itu tercatat sebagai peserta terbanyak yang mengikuti uji kompetensi, baik untuk skema SAR, distribusi bantuan, hunian shelter, kaji cepat, hingga data dan informasi," ungkap Ario.

 

 

Berdasarkan data BNPB, partisipasi personel asal Jatim mendominasi program uji kompetensi, baik yang diselenggarakan langsung di Pusdiklat BNPB Bogor maupun di BPSDM Jatim. Tak hanya jajaran staf dan petugas lapangan, komitmen ini juga dicontohkan langsung oleh jimpinan teknis, seperti Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Soebroto yang telah tersertifikasi sebagai asesor data dan informasi sejak September lalu.

 

"Apa yang sudah dilakukan Jawa Timur ini patut dijadikan role model bagi daerah lain, karena uji kompetensi ini sudah tidak lagi sebagai pilihan, tapi sudah menjadi sebuah keharusan," tegas Ario.

 

Uji kompetensi kali ini diikuti oleh 45 peserta dari pelbagai perangkat daerah di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Jawa Timur. Selain BPBD, kegiatan ini melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PRKPCK) Jatim.

 

 

Skema kompetensi yang diuji mencakup berbagai tingkatan (level manajer, koordinator, hingga petugas lapangan) untuk sektor Data dan Informasi, Kaji Cepat, Hunian Shelter, Pendistribusian Bantuan, Pencarian dan Penyelamatan (SAR), hingga Pelayanan Air Bersih & Sanitasi.

 

Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyampaikan bahwa keberagaman potensi bencana di wilayah Jatim menuntut kesiapsiagaan SDM yang andal dan teruji untuk merespons dinamika kebencanaan yang kian kompleks.

 

"Guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana itu, maka dibutuhkan SDM yang handal dan berkualitas. Uji kompetensi seperti inilah salah satu jawabannya," ujar Gatot dalam keterangan resminya.

 

 

Senada dengan hal tersebut, Kepala BPSDM Jatim, Ramliyanto, menyambut positif sinergi ini. Menurutnya, keterlibatan berbagai dinas teknis merupakan wujud nyata dari arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

"Kolaborasi ini merupakan salah satu jawaban atas keinginan Gubernur Khofifah yang menegaskan bahwa bencana itu bukan hanya urusan BPBD dan Dinsos saja, tapi juga menjadi urusan bersama. Karenanya, kami bersyukur uji kompetensi kali ini diikuti dari berbagai perangkat daerah lain seperti Satpol PP, Dinkes, dan Dinas Permukiman Jatim," tutur Ramliyanto. (ivan)