Incar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Pemerintah Genjot Investasi Digital hingga Rp2.258 T

pemerintahan | 19 Oktober 2026 08:02

 

Sektor ekonomi digital Indonesia mencatatkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Pada 2025, Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital nasional mendekati angka 100 miliar dolar AS, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Pesatnya perkembangan ini juga terlihat dari adopsi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang telah menjangkau 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta pedagang. Selain itu, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 12,99 miliar pada Triwulan III 2025, melonjak 38,08 persen (y-on-y).

 

Dari sisi perdagangan elektronik (e-commerce), nilai pasar Indonesia diproyeksikan tumbuh melampaui 14 persen hingga menyentuh 71 miliar dolar AS. Angka ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pada momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) akhir 2026, pemerintah menargetkan nilai transaksi dapat menembus Rp40 triliun—naik sekitar 10 persen dibandingkan realisasi Rp36,4 triliun pada 2025.

 

Guna memperkuat ekosistem digital, pemerintah mendorong penyiapan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI), industri semikonduktor, hingga penyediaan infrastruktur data center.