Sebanyak 42.409 Jemaah Haji Asal Jatim Dijadwalkan Berangkat pada 2027, Termasuk 2.210 Lansia

pemerintahan | 20 Oktober 2026 13:13

Sebanyak 42.409 Jemaah Haji Asal Jatim Dijadwalkan Berangkat pada 2027, Termasuk 2.210 Lansia
Mahmudi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jatim saat berada di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. (dok suarasurabaya). (dok suarasurabaya)

SURABAYA, PustakaJC.co - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 42.409 jemaah haji asal Jatim dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2027 mendatang. Dari total alokasi tersebut, sebanyak 2.210 jemaah di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia).

 

Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Mahmudi, menyampaikan bahwa besaran kuota keberangkatan haji untuk wilayah Jawa Timur pada 2027 masih menggunakan alokasi kuota lama, termasuk porsi khusus untuk lansia. Dilansir dari suarasurabaya.net, Selasa, (20/10/2026).

 

"Tetap kuota lama dan tentunya ini kita sudah persiapkan jemaah-jemaah yang sudah kita verifikasi, dan alhamdulillah sudah ketemu dengan angka itu," ujar Mahmudi saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Senin, (19/10/2026).

 

 

Mahmudi menekankan bahwa calon jemaah lansia tetap berhak dan dapat diberangkatkan ke Tanah Suci selama memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditentukan. Sebaliknya, kondisi gangguan kesehatan tertentu—seperti demensia yang memengaruhi kemampuan mengingat—menjadi salah satu perhatian utama dalam proses evaluasi kelayakan medis.

 

Ia menegaskan, pemenuhan syarat istitha'ah (kemampuan) kesehatan bersifat mutlak dan menjadi penentu akhir keberangkatan setiap jemaah.

 

"Yang jelas, lansia ini mereka tidak mempunyai penyakit yang tidak diperbolehkan masuk. Tidak ada toleransi bagi jemaah haji kita yang tidak istitha'ah. Kalau sudah tidak istitha'ah, tentunya tidak bisa berangkat," tegasnya.

 

 

Saat ini, seluruh calon jemaah haji asal Jawa Timur yang telah lolos verifikasi mulai memasuki tahapan persiapan administrasi keberangkatan, seperti pembuatan paspor serta rangkaian pemeriksaan kesehatan susulan.

 

"Sekarang sudah proses pemuatan paspor dan insya Allah dalam waktu dekat dilanjutkan pemeriksaan kesehatan," pungkas Mahmudi. (ivan)