Diskop UKM Jatim dan OPOP Dorong Kopontren Adopsi Pemasaran Digital Berbasis AI

pemerintahan | 24 Oktober 2026 07:53

 

Materi yang diberikan terbilang komprehensif, mencakup:

 

  • Analisis Bisnis & Pesaing: Penyusunan profil usaha, analisis 5W1H, SWOT, SOAR, serta observasi kompetitor di platform TikTok dan Instagram.
  • Riset Tren & Kata Kunci: Penggunaan Google Trends dan Semrush untuk memetakan tingkat kesulitan serta popularitas kata kunci.
  • Strategi Konten & Evaluasi: Penyusunan buyer persona, formulasi copywriting, hingga pengukuran efektivitas pemasaran melalui metrik Engagement Rate, Click-Through Rate (CTR), dan Conversion Rate.

 

Deny menambahkan, pemanfaatan AI sangat membantu pelaku usaha dalam menggali ide konten, memetakan target pasar, hingga mengevaluasi strategi pemasaran secara efisien. Namun, ia menekankan bahwa penerapan AI tetap harus disesuaikan dengan karakteristik khas produk pesantren dan kebutuhan konsumen.

 

Pasca uji kompetensi Social Media Supervisor ini, para peserta masih akan mengikuti pendampingan kelompok kecil selama satu bulan. Pendampingan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan portofolio tingkat lanjutan, yaitu uji kompetensi Digital Marketing berbasis AI.

 

Melalui sinergi ini, Diskop UKM Jatim dan OPOP optimis pengelola Kopontren di Jawa Timur dapat tumbuh menjadi SDM yang makin profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era digital. (ivan)