SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur terus memacu transformasi digital di lingkungan pesantren. Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan kompetensi pengelola Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pemasaran digital.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sertifikasi dan Uji Kompetensi bagi anggota EKOTREN OPOP Jawa Timur yang berlangsung di Islamic Center Jawa Timur, Surabaya, pada 21–23 Oktober 2026.
Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Jawa Timur, Anjik Sudiyantoro, menyampaikan bahwa penguasaan teknologi digital telah menjadi kebutuhan krusial bagi koperasi pesantren untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (24/10/2026).
“Pengelola Kopontren perlu mampu memanfaatkan media sosial dan teknologi digital secara tepat agar produk pesantren semakin dikenal dan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas,” ujar Anjik saat mewakili Kepala Diskop UKM Jatim.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta terpilih yang telah menyelesaikan pelatihan tahap sebelumnya. Selama tiga hari, para peserta menjalani uji kompetensi skema Social Media Supervisor serta mendapatkan pendampingan intensif dalam menyusun portofolio pemasaran digital berbasis AI.
Sekretaris OPOP Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menegaskan pentingnya sertifikasi ini sebagai tolok ukur profesionalitas pengelola Kopontren sesuai dengan standar kompetensi nasional yang berlaku.
“Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha koperasi dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Penguatan SDM adalah kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren yang modern dan berdaya saing,” kata Ghofirin.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan, Achmad Rizadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali pengelola Kopontren agar adaptif terhadap tren pasar terkini, khususnya dalam tata kelola media sosial.
Pada sesi teknis, fasilitator dari PT Solusi Kreasindo, Deny Ariananta, mendampingi peserta dalam menyusun portofolio uji kompetensi Social Media Supervisor berbasis enam unit kompetensi menggunakan media Canva dan PowerPoint.
Materi yang diberikan terbilang komprehensif, mencakup:
- Analisis Bisnis & Pesaing: Penyusunan profil usaha, analisis 5W1H, SWOT, SOAR, serta observasi kompetitor di platform TikTok dan Instagram.
- Riset Tren & Kata Kunci: Penggunaan Google Trends dan Semrush untuk memetakan tingkat kesulitan serta popularitas kata kunci.
- Strategi Konten & Evaluasi: Penyusunan buyer persona, formulasi copywriting, hingga pengukuran efektivitas pemasaran melalui metrik Engagement Rate, Click-Through Rate (CTR), dan Conversion Rate.
Deny menambahkan, pemanfaatan AI sangat membantu pelaku usaha dalam menggali ide konten, memetakan target pasar, hingga mengevaluasi strategi pemasaran secara efisien. Namun, ia menekankan bahwa penerapan AI tetap harus disesuaikan dengan karakteristik khas produk pesantren dan kebutuhan konsumen.
Pasca uji kompetensi Social Media Supervisor ini, para peserta masih akan mengikuti pendampingan kelompok kecil selama satu bulan. Pendampingan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan portofolio tingkat lanjutan, yaitu uji kompetensi Digital Marketing berbasis AI.
Melalui sinergi ini, Diskop UKM Jatim dan OPOP optimis pengelola Kopontren di Jawa Timur dapat tumbuh menjadi SDM yang makin profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era digital. (ivan)