Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta terpilih yang telah menyelesaikan pelatihan tahap sebelumnya. Selama tiga hari, para peserta menjalani uji kompetensi skema Social Media Supervisor serta mendapatkan pendampingan intensif dalam menyusun portofolio pemasaran digital berbasis AI.
Sekretaris OPOP Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menegaskan pentingnya sertifikasi ini sebagai tolok ukur profesionalitas pengelola Kopontren sesuai dengan standar kompetensi nasional yang berlaku.
“Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha koperasi dan memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Penguatan SDM adalah kunci utama dalam membangun ekosistem ekonomi pesantren yang modern dan berdaya saing,” kata Ghofirin.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan, Achmad Rizadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali pengelola Kopontren agar adaptif terhadap tren pasar terkini, khususnya dalam tata kelola media sosial.
Pada sesi teknis, fasilitator dari PT Solusi Kreasindo, Deny Ariananta, mendampingi peserta dalam menyusun portofolio uji kompetensi Social Media Supervisor berbasis enam unit kompetensi menggunakan media Canva dan PowerPoint.