Kota Surabaya Sabet Penghargaan TPAKD Terbaik Wilayah Jawa-Bali 2026

pemerintahan | 24 Oktober 2026 08:10

Kota Surabaya Sabet Penghargaan TPAKD Terbaik Wilayah Jawa-Bali 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam membangun TPAKD di seluruh Indonesia. (dok kominfo)

JAKARTA, PustakaJC.co - Kota Surabaya mengukuhkan posisinya sebagai pendorong inklusi keuangan daerah setelah berhasil meraih penghargaan sebagai Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Terbaik tingkat kota wilayah Jawa-Bali pada ajang TPAKD Award 2026.

 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Apresiasi ini diberikan atas komitmen dan inovasi Pemkot Surabaya dalam memperluas akses keuangan serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Sabtu, (24/10/2026).

 

Hadir dalam agenda tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan terkait yang dinilai konsisten memperkuat kelembagaan TPAKD di seluruh Indonesia.

 

Presiden menegaskan pentingnya kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada daya beli dan pendapatan riil masyarakat.

 

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan, ini garis kita, ini strategi kita,” ujar Presiden Prabowo.

 

 

 

Lebih lanjut, Kepala Negara mengungkapkan rencana alokasi pembiayaan sebesar Rp400 triliun pada tahun mendatang. Dana ini ditargetkan menyasar kelompok produktif seperti petani, nelayan, masyarakat pedesaan, kawasan terpencil, hingga masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan.

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memaparkan bahwa saat ini TPAKD telah terbentuk secara menyeluruh di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan total 552 tim. Menurutnya, keberadaan TPAKD berperan vital mendukung pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

 

Akses pembiayaan inklusif tersebut dibuktikan lewat capaian sejumlah program unggulan nasional, di antaranya:

 

Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir: Penyaluran mencapai Rp64,85 triliun untuk 2,28 juta debitur.

Kredit Sektor Prioritas: Tersalurkan Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.

Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR): Menjangkau 59,36 juta rekening (88,83% dari total populasi pelajar).

Laku Pandai: Menjangkau 72.982 desa dan membawa sekitar 17 juta warga masuk ke ekosistem keuangan formal.

 

Guna memperkuat sinergi tersebut, Rakornas TPAKD 2026 juga meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK). Lembaga baru ini bertugas mengoordinasikan strategi nasional dalam memperkuat ketahanan finansial keluarga, meminimalkan dampak guncangan ekonomi, serta mengedukasi pengelolaan keuangan yang aman.

 

Kemenangan Kota Surabaya bersama empat kota lainnya dari berbagai wilayah Indonesia di ajang TPAKD Award 2026 diharapkan dapat melipatgandakan peluang bagi para pelaku UMKM dan masyarakat produktif untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (ivan)