Lepas Ketergantungan APBD, Dispora dan DPRD Jatim Gembleng Pelatih Sepak Bola

pemerintahan | 26 Oktober 2026 18:49

Lepas Ketergantungan APBD, Dispora dan DPRD Jatim Gembleng Pelatih Sepak Bola
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso (tengah) saat menyerahkan sertifikat pada Coaching Clinic Sepak Bola dan Futsal di Surabaya. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur bersama DPRD Jatim bergerak meningkatkan kapasitas para guru olahraga dan pelatih sepak bola serta futsal di lingkungan satuan pendidikan. Langkah ini diambil guna meningkatkan standar profesionalisme pembinaan atlet sekaligus membangun ekosistem olahraga yang mandiri tanpa bergantung penuh pada APBD.

 

Dukungan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, saat pembukaan acara Coaching Clinic Sepak Bola dan Futsal di Surabaya, Senin, (26/10/2026).

 

"Olahraga kalau mau naik kelas tidak bisa mengandalkan APBD atau anggaran pemerintah saja. Harus inovatif, kreatif, dan dilakukan dengan kebersamaan," tegas Cahyo dikutip dari antaranews.com, Senin, (26/10/2026).

 

 

 

Menurut Cahyo, peningkatan kompetensi pelatih merupakan fondasi paling krusial untuk mengasah bakat anak didik agar mampu berkembang menjadi atlet berprestasi secara berkelanjutan. Potensi besar yang dimiliki generasi muda Jawa Timur dianggap akan sia-sia tanpa adanya pendampingan dari pelatih berkualifikasi tinggi.

 

"Potensi tidak bisa menjadi suatu prestasi kalau tidak diimbangi dengan fondasi yang kuat, profesional, dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menilai sepak bola dan futsal memiliki basis peminat yang sangat luas di Jawa Timur. Oleh karena itu, standarisasi kepelatihan yang profesional serta sinergi yang solid antara DPRD, Dispora, dan pihak sekolah menjadi kunci mutlak.

 

Cahyo berharap pelatihan teknis ini berlanjut hingga tahap sertifikasi resmi. Dengan lisensi dan kompetensi yang diakui, para pelatih di sekolah diharapkan mampu menyelenggarakan kejuaraan secara mandiri serta menggerakkan roda kegiatan olahraga di daerahnya masing-masing.

 

Lebih dari sekadar mengejar trofi, Cahyo menekankan bahwa pembinaan olahraga berjenjang berperan penting dalam membentuk karakter, menanamkan jiwa sportivitas, serta memperkuat persatuan generasi muda.

 

"Keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari gelar juara, tetapi juga dari kemampuan mencetak generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan," pungkasnya. (ivan)