MALANG, PustakaJC.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mengoperasikan armada Bus Trans Jatim Koridor II yang menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dengan Kota Malang. Transportasi massal yang mulai mengaspal pada Sabtu (31/10/2026) ini disiapkan untuk memperkuat sistem transportasi publik sekaligus mengurai kemacetan di kawasan Malang Raya.
Untuk mengenalkan moda transportasi baru ini kepada masyarakat luas, pihak pengelola menggratiskan tarif perjalanan selama satu minggu pertama pascapeluncuran. Dilansir dari kompas.com, Sabtu, (31/10/2026).
Rute 36 Kilometer dan 33 Point Pemberhentian
Koridor II Trans Jatim membentang sepanjang 36 kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar 90 menit (1,5 jam). Rute ini dimulai dari titik awal di Terminal Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dan berakhir di Terminal Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Sepanjang perjalanan, sebanyak 15 unit bus berwarna biru akan melayani penumpang melalui 33 shelter atau halte titik pemberhentian.
Berikut adalah alur perlintasan utama Bus Trans Jatim Koridor II:
- Titik Awal: Terminal Talangagung (Kepanjen)
- Kepanjen & Sekitarnya: Melintasi SMK Yos Sudarso, Masjid Baiturrahman, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kantor DPRD Kabupaten Malang, RSUD Kanjuruhan, hingga area Stadion Kanjuruhan.
- Jalur Penghubung: Melalui wilayah Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bululawang menuju Terminal Hamid Rusdi.
- Titik Akhir: Terminal Madyopuro (Kedungkandang, Kota Malang).
Tarif Khusus dan Aksesibilitas
Selain program tarif gratis di pekan pertama operasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menetapkan skema tarif yang berpihak pada keberlanjutan mobilitas warga dan inklusivitas:
- Penyandang Disabilitas: Bebas biaya (gratis).
- Pelajar dan Mahasiswa: Memperoleh pemotongan tarif sebesar 50 persen dari tarif normal.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menegaskan bahwa waktu tempuh 1,5 jam untuk jarak 36 km telah terukur guna memberikan kepastian jadwal perjalanan bagi para penglaju.
Kehadiran Trans Jatim Koridor II diharapkan mampu mengalihkan kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran koridor baru ini dalam mendukung aktivitas harian warga Malang Raya.
"Harapannya ini bisa mengurai kemacetan, menguatkan keamanan warga, dan ketepatan waktu, jadi tidak perlu lagi khawatir naik kendaraan umum akan terlambat," ujar Khofifah.
Dengan beroperasinya koridor anyar ini, mobilitas masyarakat di koridor Kepanjen–Madyopuro kini memiliki alternatif transportasi publik yang terintegrasi dan efisien. (ivan)