
Kekeringan Berdampak 1,5 Juta Jiwa
Kekeringan masih menjadi persoalan serius sepanjang musim kemarau 2026. Hingga akhir Oktober, distribusi air bersih di berbagai wilayah terdampak mencapai 38,21 juta liter melalui 13.835 ritase.
Selain itu, pemerintah menyalurkan 1.400 tandon air, 5.000 jeriken, 500 tandon lipat, dan 17.500 terpal. Sebanyak 25 kabupaten/kota juga telah menetapkan status darurat kekeringan di wilayah masing-masing.
Besarnya jumlah masyarakat terdampak memperlihatkan bahwa krisis air belum sepenuhnya teratasi. Distribusi air menjadi langkah pemenuhan kebutuhan mendesak, sedangkan pembangunan sumur bor, sumber air alternatif, tandon komunal, dan jaringan perpipaan perlu diperkuat sebagai solusi jangka panjang.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut mendorong penguatan ikhtiar bersama dalam menghadapi kekeringan, salah satunya melalui pelaksanaan Salat Istisqa.
“Saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, MUI, untuk bisa menyelenggarakan Salat Istisqa secara lebih masif, mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang manfaat dan membawa rahmat,” kata Khofifah, 21 Oktober 2026.