
Operasi Darat dan Udara Perkuat Penanganan Karhutla
Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Perhutani, relawan, serta instansi terkait.
Dalam rapat koordinasi di Kota Batu pada 23 Oktober, BNPB menyampaikan dukungan tambahan berupa satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan dan satu pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat. Pemprov Jatim juga mencatat 462 kali penerbangan water bombing.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam memperkuat kesiapsiagaan dan meminimalkan dampak kebakaran.
“Kita harus menyatukan langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” tegasnya, 23 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, sebelumnya menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC bergantung pada kondisi awan dan persyaratan meteorologis.
“Rencananya (OMC) pada dasarian awal Oktober, karena dari BMKG Juanda ada potensi awan di sisi selatan Jawa Timur,” kata Satriyo, sebagaimana dikutip pada September 2026.
Meski dukungan operasi udara terus diperkuat, luasnya area terbakar menunjukkan bahwa penanganan tidak cukup mengandalkan pemadaman. Pencegahan kebakaran baru, patroli kawasan hutan, pengawasan aktivitas pembakaran lahan, dan perlindungan kawasan konservasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Keselamatan personel juga menjadi perhatian penting mengingat sejumlah petugas dan relawan dilaporkan gugur saat menjalankan operasi pemadaman di kawasan Bromo.