Bencana Beruntun Warnai Oktober, BPBD Jatim Tangani Kekeringan hingga Erupsi Semeru

pemerintahan | 05 November 2026 05:02

Erupsi Semeru dan Ancaman Lahar

Selain bencana hidrometeorologi, aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang menjadi perhatian pada penghujung Oktober.

 

Pada 29 Oktober, Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat 29 kali gempa letusan dalam periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB. Pada pagi yang sama, tercatat tiga kali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak.

 

Aktivitas tersebut berlanjut hingga akhir bulan. Pada periode pengamatan 30 Oktober, tercatat 88 kali gempa letusan. BPBD Lumajang juga melaporkan peningkatan aktivitas aliran lahar hujan yang getarannya terpantau hampir empat jam pada Jumat malam. Kondisi tersebut meningkatkan debit air di sejumlah daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

 

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyampaikan bahwa peningkatan debit air belum mengganggu aktivitas masyarakat di lereng Semeru. Namun, kondisi tersebut menghambat pembangunan sabo dam di Curah Kobokan.

 

Gunung Semeru masih berstatus Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat mematuhi rekomendasi zona bahaya, termasuk tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak, radius lima kilometer dari kawah, serta sempadan sungai yang berpotensi dilalui awan panas dan lahar.

 

Kondisi tersebut menuntut penguatan pemantauan aktivitas vulkanik dan aliran sungai, sekaligus memastikan informasi peringatan dini tersampaikan kepada masyarakat di kawasan rawan.