SURABAYA, PustakaJC.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dan Gunung Bromo berdampak terhadap pergerakan pariwisata di Jawa Timur. Penutupan sementara dua destinasi unggulan tersebut turut memengaruhi penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) pada September 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada September 2026 tercatat sebanyak 38.602 kunjungan. Angka tersebut turun 5,90 persen dibandingkan Agustus 2026. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (5/11/2026).
Penurunan juga terjadi pada perjalanan wisatawan nusantara. BPS mencatat sebanyak 15,72 juta perjalanan wisnus ke Jawa Timur pada September 2026, atau mengalami kontraksi sebesar 4,41 persen secara bulanan (month-to-month).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati menjelaskan, penurunan tersebut tidak terlepas dari penutupan sementara Gunung Bromo dan Kawah Ijen akibat karhutla.
Kawah Ijen ditutup pada 4–27 September 2026, sedangkan kawasan Gunung Bromo tidak menerima kunjungan wisatawan pada 12–18 September 2026.
“Karena Bromo dan Ijen ini kan paling disukai wisman maupun wisnus. Jadi begitu dilakukan penutupan otomatis ada penurunan,” ujar Herum, Senin (2/11).
Penutupan kedua destinasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi mobilitas wisatawan, mengingat Bromo dan Ijen merupakan tujuan wisata alam yang banyak diminati pengunjung domestik maupun mancanegara.
Di tengah penurunan kunjungan wisatawan, sektor perhotelan Jawa Timur justru menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2026 tercatat mencapai 48,63 persen.
Capaian tersebut meningkat 0,23 poin dibandingkan Agustus 2026. Peningkatan okupansi hotel ini ditopang penyelenggaraan berbagai kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), serta festival dan agenda berskala besar di sejumlah daerah.
Sejumlah kegiatan yang turut mendorong pergerakan sektor perhotelan di antaranya Karisma Event Nusantara (KEN) Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur 2026 di Kota Blitar, Spectra Night Festival, dan B+Phoria Concert.
Selain itu, terdapat UMKM Expo Ekosistem Haji dan Umrah di Kota Madiun, Jatim Festival, serta IndoBuildTech Expo di Surabaya.
Herum menjelaskan, beragam agenda olahraga, seni budaya, hingga pameran bisnis tersebut memberikan kontribusi terhadap aktivitas perhotelan. Kehadiran peserta, pelaku usaha, dan pengunjung dari berbagai daerah turut menopang tingkat keterisian kamar hotel.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan sektor pariwisata Jawa Timur tidak hanya bertumpu pada destinasi wisata alam, tetapi juga ditopang penyelenggaraan kegiatan dan event yang mampu mendatangkan pengunjung.
Dengan demikian, penguatan agenda MICE dan festival daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas industri perhotelan, terutama ketika sejumlah destinasi wisata unggulan mengalami gangguan operasional. (ivan)