Menurut Khofifah, peluang perdagangan kedua provinsi masih terbuka lebar. Berdasarkan data perdagangan antarwilayah pada 2024, total perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan tercatat mencapai Rp2,24 triliun.
Dari jumlah tersebut, Jawa Timur membukukan penjualan ke Sulawesi Selatan sekitar Rp1,39 triliun, sedangkan pembelian mencapai Rp841,05 miliar. Dengan demikian, Jawa Timur mencatatkan surplus perdagangan sebesar Rp552,91 miliar.
Khofifah juga menilai Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai hub perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Posisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat konektivitas logistik sekaligus mengoptimalkan muatan angkutan berangkat dan pulang.
Optimalisasi tersebut diharapkan mampu menekan biaya distribusi sehingga aktivitas perdagangan antardaerah semakin efisien dan kompetitif.