Produk peternakan menjadi penyumbang transaksi terbesar dengan nilai mencapai Rp4.255,34 miliar atau sekitar Rp4,26 triliun. Komoditas tersebut meliputi olahan daging unggas dan ruminansia, susu, daging, anak ayam, kambing atau domba, hingga pakan ternak.
Selain sektor peternakan, sejumlah produk unggulan Jawa Timur juga mencatatkan transaksi, di antaranya makanan dan hasil laut beku, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, beras, produk fesyen, benih pertanian, cabai, serta pakan ikan dan udang.
Sementara itu, pembelian Jawa Timur dari Sulawesi Selatan mencakup berbagai komoditas, seperti kayu gergajian, veneer, arang batok kelapa, tuna, rotan, rempah-rempah, kacang mete, dan cengkeh.
Khofifah menegaskan, misi dagang tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai transaksi, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan kebutuhan pasar dan potensi unggulan masing-masing daerah.
“Misi dagang ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Kita ingin perdagangan antardaerah semakin kuat, sehingga produk unggulan Jatim maupun Sulawesi Selatan dapat saling mengisi kebutuhan pasar,” ujarnya.