Rp3,7 Triliun Dialihkan, Pemerintah Perkuat Pasokan Pakan dan Harga Telur

pemerintahan | 06 November 2026 07:15

 

Ia menjelaskan, pengalihan anggaran tersebut difokuskan untuk membangun ekosistem peternakan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Salah satu upayanya melalui penguatan pasokan bahan baku pakan serta penyerapan hasil produksi peternak.

 

Dalam skema tersebut, pemerintah mendorong penguatan Koperasi Merah Putih sebagai wadah konsolidasi peternak lokal tanpa mengganggu keberadaan koperasi yang telah berjalan.

 

Hasil panen jagung petani nantinya diharapkan dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak. Sementara itu, Perum Bulog akan berperan menyerap surplus produksi jagung melalui sistem resi gudang untuk menjaga ketersediaan pasokan, terutama saat memasuki periode paceklik.

 

Selain memastikan ketersediaan pakan, pemerintah juga mendorong penyerapan telur ayam dari peternak mikro agar harga di tingkat produsen tetap terjaga.

 

Amran menyebut pemerintah menargetkan harga pembelian telur minimal Rp24.000 per kilogram sesuai harga pembelian pemerintah (HPP). Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian untuk mengawasi rantai distribusi dan menindak dugaan praktik perdagangan yang merugikan peternak.

 

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya menyiapkan dana bergulir senilai Rp30 miliar untuk mendukung pembelian telur dari peternak mikro di berbagai daerah.

 

Penyerapan tersebut akan disinergikan dengan kebutuhan pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 

“Bulog hadir langsung membeli telur-telur peternak mikro yang kemarin sempat jatuh. Kami mengucurkan anggaran Rp30 miliar sebagai dana bergulir untuk menstabilkan harga telur pada kisaran HPP Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram,” ujarnya.