BANYUWANGI, PustakaJC.co – Paket pekerjaan pelebaran jalan menuju standar pada sejumlah ruas jalan provinsi di Kabupaten Banyuwangi terus dikebut. Pekerjaan yang mencakup empat ruas dengan total panjang mencapai 12,77 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.
Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Banyuwangi, Samsul Widjajanto, mengatakan paket pekerjaan tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan setelah kontrak ditandatangani pada pertengahan Oktober 2026. Pihaknya terus melakukan pemantauan agar pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
“Secara kuantitatif maupun kualitatif kita kawal terus agar pekerjaan ini bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Samsul Widjajanto kepada jurnalis PustakaJC.co, Kamis, (5/11/2026).
Adapun empat ruas jalan yang masuk dalam paket pekerjaan pelebaran jalan menuju standar tersebut meliputi Genteng–Temuguruh sepanjang 2,27 kilometer, Temuguruh–Wonorekso sepanjang 5,15 kilometer, Benculuk–Glagah Agung sepanjang 4,4 kilometer, serta Glagah Agung–Tegaldlimo sepanjang 950 meter.
Paket pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kemantapan jalan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang di wilayah Banyuwangi.
Dalam pelaksanaannya, UPT PJJ Banyuwangi melakukan pemantauan yang intensif terhadap perkembangan pekerjaan di lapangan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, mulai dari persiapan hingga penyelesaian konstruksi.
Samsul menjelaskan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan selama pengerjaan berlangsung. Terlebih, pekerjaan dilakukan menjelang musim hujan sehingga pengaturan waktu pelaksanaan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pihaknya mengatur tahapan pekerjaan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan saat cuaca cerah akan diprioritaskan, sedangkan pekerjaan pengaspalan perlu memperhatikan kondisi hujan agar kualitas hasilnya tetap terjaga.
Selain mengejar target penyelesaian, pengawasan kualitas juga menjadi perhatian. UPT PJJ Banyuwangi melibatkan konsultan pengawas dan petugas internal untuk memeriksa pelaksanaan pekerjaan. Pemeriksaan dilakukan terhadap material maupun hasil pekerjaan di lapangan, termasuk pengujian kepadatan pada bagian konstruksi jalan.
Menurut Samsul, pengawasan tersebut diperlukan agar hasil pekerjaan tidak hanya memenuhi target panjang penanganan, tetapi juga sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Di luar pelaksanaan paket pekerjaan tersebut, UPT PJJ Banyuwangi juga terus menjalankan pemantauan rutin terhadap kondisi jalan provinsi. Petugas pengamat melakukan pemantauan langsung setiap hari untuk mengetahui kondisi ruas jalan serta mengidentifikasi potensi kerusakan yang membutuhkan penanganan segera.
Pemantauan tersebut dilengkapi dengan survei kondisi jalan secara berkala dan pemeriksaan rutin mingguan sebagai dasar menentukan prioritas pemeliharaan. Dengan mekanisme itu, penanganan kerusakan dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Samsul menyebut, laporan masyarakat mengenai kerusakan jalan juga menjadi salah satu perhatian dalam pelayanan pemeliharaan jalan. Untuk kerusakan yang bersifat mendesak, pihaknya berupaya memberikan respons penanganan maksimal dalam waktu tiga hari setelah laporan diterima.
“Kalau ada laporan kerusakan, kami upayakan bisa segera ditangani. Kami juga memiliki petugas pengamat yang setiap hari berkeliling untuk memantau kondisi ruas jalan,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan paket pekerjaan pelebaran jalan menuju standar di Banyuwangi. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan kebutuhan masyarakat.
Agung menilai, kondisi jalan yang baik memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas warga. Terlebih, Banyuwangi memiliki aktivitas ekonomi yang ditopang sektor pertanian, perdagangan, serta mobilitas masyarakat antarkawasan.
Karena itu, percepatan pelaksanaan paket pekerjaan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kelancaran perjalanan masyarakat dan distribusi hasil produksi.
Samsul berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan manfaat dari peningkatan infrastruktur jalan melalui kondisi jalan yang lebih mantap, nyaman, dan aman untuk dilalui.
“Harapan kami, pekerjaan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Jalan yang ditangani nantinya dapat mendukung kelancaran aktivitas dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan,” pungkasnya. (ivan)