Ia mengatakan kemudahan masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi melalui telepon genggam maupun media sosial perlu disertai sikap bijak. Prinsip menyaring informasi sebelum membagikannya perlu diterapkan untuk mencegah penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.
“Jangan sampai teknologi yang seharusnya memudahkan kehidupan justru menjadi sarana menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoaks, atau sesuatu yang bisa menyakiti orang lain,” katanya.
Khofifah menilai keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Nilai kejujuran, amanah, kesabaran, kecerdasan, kepedulian, dan kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Ia juga mengajak generasi muda meneladani Rasulullah SAW dalam membangun kemandirian dan kewirausahaan. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh mengenai pentingnya bekerja, berdagang secara jujur, membangun kepercayaan, serta menjaga integritas dalam kegiatan ekonomi.
Dalam hal kepemimpinan, Khofifah menyebut Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa seorang pemimpin harus mampu menjalankan amanah, memiliki kepedulian, dan mengutamakan kemaslahatan masyarakat.
“Kepemimpinan bukan hanya berbicara mengenai kekuasaan, tetapi juga kemampuan merangkul dan menyatukan masyarakat,” ujarnya.