Maulid Nabi Jadi Momentum Khofifah Ajak Warga Perkuat Akhlak dan Kerukunan

parlemen | 25 Agustus 2026 19:59

 

Menurut Khofifah, nilai tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan beragamnya pandangan di ruang digital. Perbedaan pilihan, pendapat, maupun latar belakang tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

 

Ia mengajak masyarakat Jawa Timur terus menjaga tradisi tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan sikap saling menghormati. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang kedamaian dan penghormatan terhadap perbedaan serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

 

“Kerukunan bukan berarti kita harus selalu memiliki pendapat yang sama. Kerukunan adalah ketika kita mampu berbeda tanpa saling membenci, saling menghormati dan saling menjaga,” kata Khofifah.

 

Khofifah berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperbaiki akhlak, memperkuat kepemimpinan, membangun kemandirian ekonomi, serta menjaga persaudaraan.

 

“Mari kita jadikan teknologi sebagai jalan untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari kita teladani Rasulullah, menjaga akhlak di dunia nyata maupun dunia digital, membangun kemandirian, memperkuat persaudaraan dan merawat kerukunan,” tuturnya. (ivan)