Khofifah Titip Persatuan NU di Bawah Kepemimpinan Baru

parlemen | 01 September 2026 08:10

 

Ia juga menyoroti peran NU dalam memperkuat moderasi Islam di Indonesia. Menurutnya, nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal perlu terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Nilai toleransi, kerukunan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai.

 

“Semangat moderasi ini menjadi kontribusi penting NU dalam menjaga persatuan Indonesia. NU telah menunjukkan bahwa keberagamaan dan kebangsaan dapat berjalan beriringan. Ini yang harus terus kita rawat dan kuatkan,” ujar Khofifah.

 

Sementara itu, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menyampaikan arah NU dalam memasuki perjalanan abad kedua. Ia mengajak kader NU untuk mengambil peran sebagai pemakmur bumi sekaligus ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Menurut Miftachul, nahdliyin dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan, termasuk menghijaukan kembali lahan pertanian dan kawasan pegunungan yang mengalami kerusakan.

 

“Ke depan, program di abad kedua NU harus mampu mendorong terciptanya kesejahteraan ekonomi keumatan bisa terus terjadi perbaikan dan kesejahteraan,” katanya.

 

 

Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Dalam forum tersebut, KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam, sementara KH Abdul Halim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. (ivan)