SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Halim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Khofifah optimistis kepemimpinan baru tersebut dapat membawa NU semakin kuat dalam menjalankan peran bagi umat dan bangsa. Dilansir dari kompas.com, Selasa, (1/9/2026).
“Atas nama Pemprov Jatim selamat dan doa terbaik kepada KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Halim Mahfudz. Saya optimis di bawah kepemimpinan keduanya, NU semakin memperkuat khidmat untuk membangun umat dan bangsa,” ujar Khofifah, Senin, (31/8/2026).
Menurut Khofifah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap memperkuat sinergi dengan NU melalui berbagai program pembangunan.
Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, penguatan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta kehidupan sosial dan keagamaan.
“Banyak hal yang bisa dikolaborasikan,” katanya.
Khofifah menilai NU memiliki posisi strategis dalam perjalanan pembangunan Jawa Timur. Organisasi tersebut juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan sosial serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Karena itu, Khofifah mengingatkan pentingnya menjaga persatuan setelah proses pemilihan dalam Muktamar ke-35 NU selesai.
“Perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi setelah keputusan diambil, mari bersama-sama menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah,” tuturnya.
Ia juga menyoroti peran NU dalam memperkuat moderasi Islam di Indonesia. Menurutnya, nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal perlu terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.
Nilai toleransi, kerukunan, keseimbangan, dan penghormatan terhadap perbedaan dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai.
“Semangat moderasi ini menjadi kontribusi penting NU dalam menjaga persatuan Indonesia. NU telah menunjukkan bahwa keberagamaan dan kebangsaan dapat berjalan beriringan. Ini yang harus terus kita rawat dan kuatkan,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menyampaikan arah NU dalam memasuki perjalanan abad kedua. Ia mengajak kader NU untuk mengambil peran sebagai pemakmur bumi sekaligus ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Menurut Miftachul, nahdliyin dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan, termasuk menghijaukan kembali lahan pertanian dan kawasan pegunungan yang mengalami kerusakan.
“Ke depan, program di abad kedua NU harus mampu mendorong terciptanya kesejahteraan ekonomi keumatan bisa terus terjadi perbaikan dan kesejahteraan,” katanya.
Muktamar ke-35 NU digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur. Dalam forum tersebut, KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam, sementara KH Abdul Halim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. (ivan)