Khofifah Dorong Pramuka Jatim Dukung Swasembada Pangan

parlemen | 03 September 2026 18:42

Khofifah Dorong Pramuka Jatim Dukung Swasembada Pangan
Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan peran strategis Gerakan Pramuka dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

 

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Khofifah yang dibacakan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M. Arum Sabil, pada Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu, (2/9/2026).

 

Peringatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

 

Khofifah menyebut terdapat tiga arah penting yang perlu diperkuat Gerakan Pramuka. Pertama, memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional. Kedua, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan. Ketiga, menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.

 

“Salah satu pesan utama Hari Pramuka tahun ini adalah swasembada pangan. Jawa Timur memiliki posisi yang sangat strategis, bukan lagi sekadar sebagai lumbung pangan nasional, tetapi sudah bergerak menuju kedaulatan pangan,” kata Khofifah, dikutip dari kominfojatim.go.id, Kamis, (3/9/2026).

 

 

 

Menurutnya, kedaulatan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Jawa Timur juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional.

 

Karena itu, Gerakan Pramuka diharapkan ikut mengambil bagian dalam berbagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Nilai gotong royong, kedisiplinan, pengabdian, serta keterampilan yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan kepramukaan dinilai relevan untuk mendorong keterlibatan generasi muda.

 

Selain persoalan pangan, Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Unesa, dalam membuka akses pendidikan bagi anggota Pramuka berprestasi.

 

Ia menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan Jawa Timur adalah pembangunan sumber daya manusia.

 

“Investasi terbaik bagi masa depan Jawa Timur adalah investasi pada manusia, yang nantinya melahirkan generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi mampu ikut menciptakan masa depan, mewujudkan Indonesia Emas 2045, sekaligus membawa Jawa Timur semakin maju sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.

 

 

Khofifah kemudian mengajak seluruh anggota Gerakan Pramuka menjadikan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Mari jadikan Hari Pramuka ke-65 ini sebagai momentum untuk memantapkan organisasi, menguatkan karakter, meningkatkan keterampilan, menjaga ketahanan pangan, dan memperluas pengabdian. Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Teruslah belajar, berkarya, berinovasi, dan mengabdi,” pungkasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan sejumlah tanda penghargaan kepada tokoh dan pejabat yang dinilai berjasa dalam Gerakan Pramuka.

 

Lencana Melati diberikan kepada Rektor Unesa Nurhasan, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin Asta Triyono.

 

Sementara itu, Lencana Dharma Bakti diberikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Ahmad Sruji Bahtiar. Lencana Karya Bakti diberikan kepada Wahyu Kurniawan Pribadi, sedangkan Lencana Panca Warsa Utama diberikan kepada Muktim Utomo.

 

Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur juga diisi dengan berbagai atraksi dan pertunjukan. Di antaranya atraksi penyelamatan oleh Brigade Penolong 13 Nganjuk, penampilan seni budaya Reog Laskar Sawunggaling Unesa, serta Marching Band Gita Swara Nala SMAN Taruna Nala Jawa Timur. (ivan)