SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Timur untuk terus memperluas jangkauan layanan sosial kepada masyarakat. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah kelengkapan fasilitas pemulasaran jenazah hingga ketersediaan ambulans dan tim takziah di setiap cabang.
Apresiasi dan dorongan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus peluncuran program kerja sama Muslimat NU Jatim dan Baznas Jatim di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu malam, (6/9/2026).
Khofifah, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU, menilai bahwa kebutuhan pelayanan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat semakin beragam. Karena itu, sinergi antara Muslimat NU Jatim dan Baznas Jatim lewat program "Mustika Mulia" (Muslimat Cantik Mudin Lillahi Ta’ala) dianggap momentum tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.
"Pelayanan dakwah Muslimat harus makin banyak sesuai dengan harapan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kalau ini bisa menjadi satu paket, bagus sekali, termasuk tim pemulasaran jenazah yang lengkap dengan ambulans dan tim takziahnya," tegas Khofifah, dikutip dari kominfojatim.go.id, Senin, (7/9/2026).
Ia berharap setiap Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU di Jawa Timur memiliki tim pemulasaran jenazah perempuan yang terlatih beserta sarana pendukung yang memadai, sehingga pelayanan sosial keagamaan dapat diberikan secara optimal dan bermartabat.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan bantuan sosial dari Baznas Jatim yang didukung Pemprov Jatim, mencakup:
- Pendidikan: Beasiswa program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
- Ekonomi: Bantuan alat dan modal usaha bagi warga.
- Sosial & Kemanusiaan: Bantuan bedah rumah serta donasi bagi korban bencana alam di NTT.
- Keagamaan: Penyerahan Kitab Tafsir Al-Jailani kepada ulama dan pengurus Muslimat NU.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin, jajaran kepala OPD Pemprov Jatim, serta ditutup tausiah oleh ulama mancanegara Maulana Assyeikh Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani. (ivan)