Eskalasi Operasi Masalembo: Pemprov Jatim Siagakan Layanan Darurat, 129 Korban Masih Dicari

parlemen | 15 September 2026 08:33

Eskalasi Operasi Masalembo: Pemprov Jatim Siagakan Layanan Darurat, 129 Korban Masih Dicari
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat diwawancarai di Gedung DPRD Jatim. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh untuk menyokong operasi Search and Rescue (SAR) pasca-kecelakaan tragis yang menimpa KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Pemantauan intensif terus dilakukan meski pusat komando evakuasi berada di bawah kendali Basarnas Banjarmasin.

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi bahwa koordinasi lintas instansi telah berjalan sejak awal kejadian. Pemprov Jatim memastikan kesiapan logistik dan dukungan teknis sekiranya dibutuhkan oleh otoritas pelabuhan maupun Basarnas.

 

“Sejak awal kami bersama Bu Gubernur langsung berkoordinasi. Pusat komando dan kendali Basarnas memang dipusatkan di Banjarmasin. Namun, posisi kami di Jatim terus siap siaga total untuk memberikan dukungan apa pun yang diperlukan,” tegas Emil saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, dikutip dari jatimpos.co, Selasa, (15/9/2026).

 

 

Emil juga menyampaikan belasungkawa mendalam bagi para korban tewas dan menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyisir perairan guna menemukan sisa penumpang yang belum terevakuasi.

 

129 Penumpang Masih Buron Gelombang

 

Berdasarkan pemutakhiran data Basarnas per Senin (14/9/2026) pukul 09.00 WIB, total manifes dan penumpang yang terdata dalam insiden KMP Virgo Transport 8 mencapai 243 orang.

 

Dari total tersebut, tim gabungan baru berhasil mengevakuasi 114 orang, dengan rincian 108 penumpang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Artinya, masih ada 129 orang yang kini buron di tengah perairan Laut Jawa.

 

Proses evakuasi sejauh ini banyak dibantu oleh kapal-kapal komersial dan nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian (vessel of opportunity):

 

  • MV Haida: Menyelamatkan korban terbanyak, yakni 69 orang selamat.
  • FV Cahaya Bahari Jaya: Menyelamatkan 22 orang.
  • MT Mauhau: Evakuasi 15 orang selamat dan 1 korban meninggal dunia.
  • TB TCP: Evakuasi 1 orang selamat dan 5 korban meninggal dunia.
  • KPL Nelayan Sri Asih: Menyelamatkan 1 orang.

 

 

 

 

Operasi SAR Berskala Besar

 

Guna menyisir area perairan yang luas, operasi SAR skala besar dikerahkan. Sebanyak 655 personel gabungan—terdiri dari 145 personel inti Basarnas dan 469 unsur potensi SAR—diterjunkan ke lokasi.

Armada udara dan laut juga dikerahkan secara masif. Penyelamatan diperkuat oleh satu helikopter Basarnas, tiga kapal SAR, satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta empat kapal perang TNI AL.

 

Tak hanya itu, pengawasan udara (air-search) didukung penuh oleh armada fixed-wing dan helikopter, mencakup pesawat Cassa CN-235 dan Pesud TNI AL, helikopter Polda Jatim, hingga pesawat PK-SNK Caravan milik BNPB.

Hingga berita ini diturunkan, penyisiran intensif masih terus berlangsung di titik koordinat kecelakaan dan memperhitungkan arah arus Laut Jawa untuk menemukan 129 korban yang masih hilang. (ivan)