SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai karya seni lukis Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sekadar merefleksikan pengalaman personal, melainkan juga menggambarkan dinamika serta kondisi sosial masyarakat Indonesia secara mendalam.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri pembukaan Pameran Tunggal Lukisan SBY di Voza Tower, Surabaya, pada Rabu, (16/9/2026). Pameran yang dibuka untuk masyarakat umum hingga 29 September 2026 tersebut menampilkan puluhan karya visual sang mantan kepala negara. Dilansir dari antaranews.com, Rabu, (18/9/2026).
"Pak SBY sudah mengabdi pada negara lewat militer puluhan tahun sebelum kemudian menjadi kepala negara. Lalu betapa setelah pengabdian itu, beliau mendedikasikan diri untuk dunia seni Indonesia," kata Khofifah.
Khofifah menambahkan, perjalanan hidup SBY memberikan pelajaran penting bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara dapat diwujudkan melalui bermacam jalur, termasuk lewat seni rupa setelah menyelesaikan pengabdian panjang di ranah militer dan pemerintahan.
Ia juga menyinggung almarhumah Ani Yudhoyono sebagai salah satu sumber inspirasi utama SBY dalam berkarya. Namun, lebih dari sekadar simbol cinta dan kenangan personal, karya-karya SBY dinilai memiliki dimensi sosial yang kuat.
Salah satu karya yang secara khusus menarik perhatian Khofifah adalah lukisan berjudul The Day God Test Our Faith And Courage. Lukisan tersebut mengabadikan suasana pascabencana tsunami di Aceh dengan menampilkan Masjid Raya Baiturrahman yang tetap berdiri kokoh sebagai tempat perlindungan warga terdampak.
"Saya pikir luar biasa sekali bagaimana Pak SBY bisa menerjemahkan tragedi menjadi sebuah seni. Peristiwa penuh duka dapat diterjemahkan menjadi refleksi mengenai keteguhan, keimanan, dan keberanian," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir mengapresiasi keberlanjutan dedikasi SBY pascapurna tugas dari panggung politik praktis. Menurut Emil, langkah SBY yang tetap produktif berkarya memberikan inspirasi luas bagi generasi muda dan pejabat publik.
"Setiap langkah dan setiap fase hidup Pak SBY memberikan banyak makna bukan hanya untuk diri sendiri tapi masyarakat luas.
Bagaimana bahkan saat purna tugas, kita bisa tetap memberikan dedikasi untuk Indonesia sambil menikmati passion yang bermanfaat," tutur Emil.
Dalam kesempatan tersebut, SBY menjelaskan bahwa 95 lukisan yang dipamerkan di Surabaya merupakan bagian kecil dari keseluruhan karya yang telah ia hasilkan. Seluruh karya tersebut juga terangkum dalam buku monografi berjudul Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Lanskap Hati Susilo Bambang Yudhoyono yang dikuratori oleh Suwarno Wisetrotomo serta didukung oleh pemilik Tancorp, Hermanto Tanoko.
SBY merencanakan pameran skala yang lebih besar dengan menghadirkan sekitar 500 lukisan di Jakarta pada Desember mendatang. Hasil penjualan dari karya-karyanya juga diniatkan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, pengelolaan klub bola voli LavAni, serta pemeliharaan museum dan galeri seni. (ivan)