Peringati Hari Perdamaian Internasional, Khofifah Ajak Warga Jatim Jadi Peace Maker

parlemen | 22 September 2026 18:53

Peringati Hari Perdamaian Internasional, Khofifah Ajak Warga Jatim Jadi Peace Maker
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengucapkan Hari Perdamaian Internasional. (dok antara)

SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat perdamaian dan menjadi peace maker melalui sikap saling menghormati, toleransi, kepedulian, serta dialog.

 

Pesan tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September. Pada tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusung tema Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day. Dilansir dari antaranews.com, Selasa, (22/9/2026).

 

Khofifah menegaskan bahwa perdamaian dan kerukunan tidak hadir secara spontan, melainkan harus senantiasa dirawat dari lingkungan terdekat.

 

"Perdamaian dan kerukunan tidak hadir dengan sendirinya. Keduanya harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati, kesediaan untuk mendengar, serta kemampuan menyelesaikan perbedaan melalui dialog," ujar Khofifah, Selasa, (22/9/2026).

 

 

Menurutnya, nilai-nilai perdamaian harus diwujudkan dalam bentuk nyata, seperti rasa aman, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, serta kehidupan sosial yang harmonis. Langkah ini perlu dimulai dari pengendalian diri setiap individu yang kemudian tercermin dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, kampus, hingga masyarakat luas.

 

Khofifah menilai Jawa Timur memiliki modal sosial yang kuat berupa tradisi gotong royong dan keberagaman yang dinamis. Keberagaman suku, agama, dan budaya tersebut harus dijadikan energi pemersatu, bukan pemicu perpecahan.

 

 

Selain menyasar lingkungan sosial kemasyarakatan, Gubernur Jatim ini menyoroti dua sektor penting:

 

  • Generasi Muda: Mendorong pemuda untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak kerukunan memanfaatkan kreativitas dan jejaring sosial mereka.

 

  • Ruang Digital: Mengimbau masyarakat agar bijak bermedia sosial dengan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi, ujaran kebencian, maupun konten provokatif.

Menutup pernyataannya, Khofifah menekankan bahwa stabilitas keamanan dan kedamaian merupakan fondasi utama keberlanjutan pembangunan daerah, mulai dari sektor pendidikan hingga pertumbuhan ekonomi. (ivan)