JEDDAH, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kehormatan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, Kamis, (24/9/2026).
Pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Sugiri Suparwan ini merupakan bagian dari rangkaian misi dagang Pemprov Jatim untuk memperluas akses pasar global. Dilansir dari ketik.com, Sabtu, (26/9/2026).
Melalui pertemuan tersebut, Pemprov Jawa Timur membidik peluang masuknya produk unggulan daerah ke dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah, perluasan investasi, serta penguatan ekosistem layanan keuangan dan akses pendidikan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa potensi pasar Arab Saudi sangat strategis mengingat tingginya mobilitas jemaah setiap tahun. Saat ini, produk makanan siap santap (ready-to-eat) dari tiga pelaku usaha asal Jatim telah resmi menjadi pemasok kebutuhan haji.
"Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah secara berkelanjutan," ujar Khofifah.
Selain produk makanan olahan, sektor perikanan seperti komoditas tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Malang, serta produk pengalengan ikan dari Banyuwangi turut didorong untuk memperluas penetrasi pasar di Arab Saudi.
Tidak hanya sektor perdagangan, kunjungan ini juga berfokus pada perlindungan PMI melalui digitalisasi perbankan. Aplikasi JConnect Mobile milik Bank Jatim kini dapat diakses menggunakan nomor seluler lokal Arab Saudi untuk mempermudah transaksi dan pengiriman uang (remitansi).
Guna menunjang pemberdayaan ekonomi PMI purna, BPR Jatim juga menyiapkan skema pembiayaan ultra mikro. Di bidang pendidikan, Jatim melanjutkan komitmen pemutusan rantai kemiskinan dengan memfasilitasi 129 anak PMI dari lima wilayah diaspora—termasuk Jeddah dan Riyadh—melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Diaspora.
Menanggapi langkah tersebut, Konjen RI di Jeddah Sugiri Suparwan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan menjembatani para pelaku usaha Jawa Timur dengan mitra strategis di Arab Saudi, salah satunya melalui BPKH Limited.
Sugiri mengungkapkan, tim importir pangan besar Arab Saudi dijadwalkan bertandang ke Indonesia pada pertengahan Oktober mendatang untuk menemui eksportir tuna asal Jawa Timur.
"KJRI siap menjadi mitra Jawa Timur di Arab Saudi, baik untuk komunikasi, pendampingan, maupun mempertemukan pelaku usaha. Kami berharap tindak lanjut kunjungan ini berjalan konsisten hingga menghasilkan kerja sama konkret," kata Sugiri.
Sebagai langkah konkret terdekat, KJRI Jeddah mendorong Pemprov Jatim untuk membuka paviliun khusus pada ajang Trade Expo Indonesia pada 14 Oktober 2026 mendatang guna mempertemukan langsung para pengusaha Arab Saudi dengan pelaku usaha lokal Jatim.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata lambang Surya Majapahit dari Gubernur Khofifah kepada Konjen RI di Jeddah sebagai simbol penguatan sinergi kemitraan di kancah global. (ivan)