SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi langsung capaian luar biasa dua atlet angkat besi asal Jawa Timur, Rahmat Erwin Abdullah dan Luluk Diana Tri Wijayana, yang sukses menyumbang medali bagi kontingen Indonesia pada ajang Asian Games 2026 di Jepang.
Melalui sambungan video call pada Senin, (28/9/2026), Khofifah menyampaikan rasa bangga warga Jawa Timur dan Indonesia atas kerja keras kedua lifter tersebut. Rahmat Erwin Abdullah sukses menyabet medali emas, sementara Luluk Diana Tri Wijayana membawa pulang medali perunggu. Dilansir dari kompas.com, Selasa, (29/9/2026).
Dalam percakapan tersebut, Khofifah sempat menanyakan rahasia konsistensi Rahmat hingga mampu tampil prima di tingkat internasional. Rahmat mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari latihan fisik tanpa henti yang dijalaninya secara intensif sejak delapan tahun lalu.
"Enggak pernah berhenti dari 2018," ujar Rahmat kepada Gubernur.
Turun di kelas 75 kilogram putra pada laga yang berlangsung di Nagoya City Trade and Industry Center, Rahmat berhasil mencatatkan total angkatan 366 kilogram (snatch 160 kg dan clean & jerk 206 kg). Angkatan tersebut menempatkannya di podium tertinggi, mengungguli lifter Thailand, Weeraphon Wichuma, yang berada di posisi kedua dengan total angkatan 365 kilogram.
Khofifah berharap capaian ini menjadi modal berharga bagi Rahmat untuk melangkah lebih jauh. "Mudah-mudahan terus berkembang dan sukses sampai Olympic juga dapat emas ya Rahmat," kata Khofifah.
Sementara itu, prestasi tak kalah membanggakan diukir oleh Luluk Diana. Atlet asal Pacitan ini meraih medali perunggu di kelas 49 kilogram putri usai membukukan total angkatan 191 kilogram (snatch 88 kg dan clean & jerk 103 kg).
Rencana Penyambutan di Grahadi
Terkait agenda kepulangan, Luluk menjelaskan bahwa mereka dijadwalkan tiba di Indonesia pada 30 September 2026. Namun, keduanya belum bisa langsung bertolak ke Jawa Timur lantaran harus menjalani jadwal latihan ketat yang diatur tim Pelatnas.
Khofifah memahami komitmen para atlet dan menyerahkan penuh pengaturan jadwal kepulangan kepada tim pelatih demi menjaga performa mereka. Kendati demikian, Pemprov Jatim telah menyiapkan agenda penyambutan khusus di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
"Kami nanti akan menyesuaikan, biar pelatih yang mengatur jadwal. Kalau dimungkinkan bisa ke Jawa Timur pada 1 Oktober, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila," ungkap Khofifah. (ivan)