25 Kabupaten di Jatim Terdampak Kekeringan, Pemprov Salurkan Air Bersih dan Siapkan Sumur Bor

parlemen | 04 Oktober 2026 17:51

25 Kabupaten di Jatim Terdampak Kekeringan, Pemprov Salurkan Air Bersih dan Siapkan Sumur Bor
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantu pengisian jerigen saat pendistribusian bantuan air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (dok jawapos)

MALANG, PustakaJC.co – Dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang kian meluas di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mencatat sebanyak 25 kabupaten telah menetapkan status darurat kekeringan dan mengajukan bantuan distribusi air bersih.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, jumlah daerah yang membutuhkan dropping air meningkat dari sebelumnya 24 kabupaten setelah satu daerah lainnya menyusul mengajukan status darurat. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (4/10/2026).

 

"Daerah yang membutuhkan dropping air sudah mengeluarkan surat darurat. Ada 24 daerah, terus beberapa hari kemarin bertambah satu daerah, jadi total 25 daerah," ujar Khofifah saat meninjau penyerahan bantuan air bersih di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Sabtu (3/10).

 

 

Khofifah menjelaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui beberapa strategi jangka pendek dan panjang. Selain pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak, Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu potensi hujan di area yang memiliki pertumbuhan awan.

 

Di sisi lain, langkah teknis seperti pengerjaan jaringan pipanisasi juga terus berjalan di titik-titik rawan. Strategi ini digunakan untuk mengalirkan air langsung dari sumber mata air ke pemukiman warga.

 

"Pipanisasi sudah dilakukan di Kecamatan Singosari sepanjang 17 kilometer dari sumber air Gunung Arjuno. Wilayah sekitar Gunung Bromo juga sudah terpasang jaringan pipa sepanjang 11 hingga 16 kilometer," kata Khofifah. Sementara untuk wilayah Desa Pagak, Pemprov menjajaki potensi pembangunan sumur bor sebagai solusi permanen.

 

 

 

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengonfirmasi bahwa seluruh 25 daerah yang mengajukan bantuan merupakan wilayah kabupaten. Wilayah yang mendapat prioritas pasokan air umumnya tergolong kering kritis, yakni daerah dengan jarak pemukiman ke sumber mata air terdekat melebihi tiga kilometer.

 

"Jika jarak ke sumber air di bawah tiga kilometer, biasanya masih bisa ditangani pemerintah daerah setempat. Untuk Desa Pagak, kami menyalurkan 100 jerigen, tiga tandon bundar, dan dua tandon lipat untuk membantu menampung pasokan air," tutur Gatot.

 

Adapun 25 kabupaten yang tercatat mengajukan bantuan dan menetapkan status darurat kekeringan meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Pamekasan, Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang, Kediri, Nganjuk, dan Sumenep. (ivan)