Atasi Karhutla dan Kekeringan, Khofifah Terbitkan SE Imbauan Salat Istisqa di Jatim

parlemen | 21 Oktober 2026 15:49

Atasi Karhutla dan Kekeringan, Khofifah Terbitkan SE Imbauan Salat Istisqa di Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) imbauan pelaksanaan Salat Istisqa secara masif di seluruh daerah di Jawa Timur. Langkah ini diambil sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menghadapi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah.

 

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menandatangani SE Nomor 400.8.1/37860/011.2/2026 tentang Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut di Surabaya pada Selasa, (20/10/2026). SE ini ditujukan kepada para bupati dan wali kota se-Jawa Timur, pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), hingga pimpinan pondok pesantren. Dilansir dari jawapos.com, Sabtu, (21/10/2026).

 

"Kemarin-kemarin sifatnya seruan lisan, tetapi saat ini saya menandatangani surat edaran kepada pesantren, pimpinan organisasi Islam, Dewan Masjid, MUI, untuk bisa menyelenggarakan Salat Istisqa secara lebih masif. Mohon kepada Allah untuk menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa rahmat," kata Khofifah, Rabu, (21/10/2026).

 

 

Penerbitan surat edaran ini memperhatikan kondisi darurat kekeringan yang kian meluas. Khofifah mengungkapkan, hingga awal Oktober 2026, tercatat sebanyak 25 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status kedaruratan kekeringan.

 

Melalui SE tersebut, Gubernur mengimbau para kepala daerah dan pimpinan lembaga untuk menggerakkan serta memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Pelaksanaannya diharapkan melibatkan unsur Forkopimda, ulama, tokoh agama, ormas Islam, takmir masjid, pondok pesantren, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan seluruh lapisan masyarakat. Adapun waktu dan teknis pelaksanaan disesuaikan dengan kearifan lokal daerah masing-masing.

 

Selain menggelar salat minta hujan, masyarakat juga dianjurkan untuk memperbanyak istigfar, bersedekah, dan berdoa, serta menjaga dan menghemat penggunaan air bersih. Pemprov Jatim turut menekankan penguatan sinergi lintas sektor guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.

 

Di samping ikhtiar spiritual, Pemprov Jatim terus mengupayakan penanganan teknis karhutla, khususnya di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, Prigen, Pasuruan. Khofifah menyampaikan bahwa pihak pemprov telah mengomunikasikan permohonan bantuan helikopter untuk melakukan pemadaman udara (water bombing).

 

"Kita sudah mengomunikasikan agar mendapatkan perbantuan heli untuk melakukan water bombing. Saya rasa kalau ada water bombing kita bisa lebih efektif menanggulangi karhutla sambil menanti turunnya hujan," ujar Khofifah. (ivan)